Kamu punya niat membangun lembaga Qurani. Tapi mulai dari mana? Sistemnya bagaimana? Santrinya dari mana? Operasionalnya bagaimana?
Kamu mulai dengan semangat. Ada guru, ada beberapa santri, kegiatan belajar pun berjalan. Namun seiring berjalannya waktu, mulai muncul berbagai persoalan yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Santri sulit bertambah. Pengelolaan belum tertata. Operasional harus terus berjalan. Bahkan terkadang semuanya masih dikerjakan sendiri.
Akhirnya, niat baik yang awalnya penuh semangat justru terasa semakin berat untuk dijalankan.
Padahal… lembaga Qurani bisa tumbuh dari sesuatu yang sederhana. Anda hanya perlu tahu bagaimana cara membangun dan mengelolanya dengan tepat.